Senin, 28 Januari 2013

Hubungan Kesehatan Mental Dengan Agama

Posted by Tasawuf Psikoterapi On 15.21 No comments


Salah satu pandangan mengenai interaksi keyakinan beragama dengan mental health adalah dari Viktor Frankl, pendiri logoterapi. Victor Frankl dalam bukunya “The Doctor and the Soul”[1], menunjukkan tiga bidang kegitan secra potensial mengandung nilai-nilai yang memungkinkan seseorang memperoleh makna dalam hidupnya, yaitu nilai-nilai kreatif (creative values), nilai-nilai penghayatan (experiental values), dan nilai-nilai bersikap (attitudinal values). Dengan merealisasikan nilai-nilai tersebut, diharapkan seseorang mampu menemukan dan mengembangkan makna hidupnya, sehingga mengalami hidup secara bermakna (the meaningful life) yang merupkan pintu menuju kebahagiaan (happiness).
Agama dapat digolongkan pada nilai-nilai penghayatan, salah satu nilai yang dapat menjadi sumber makna hidup. Walaupun menurut victor Frankl, antara keyakinan beragama dengan kesehatan mental tidak merupakan hubungan kausalitas langsung.
Skema teoritis dari victor Frankl:


          Walaupun tidak ada hubungan kausalitas langsung, tetapi berdasarkan penelitian para ahli psikologi dan  kesehatan, ternyata bahwa komitmen keagamaan, pada kasus-kasus gangguan mental, mampu mencegah dan melindungi seseorang dari berbagai macam penyait mental.
The experiental values adalah religious commitment, yaitu hidup secara Islami. Maka untuk hidup secara islami bibutuhkan konsep dan prinsif-prinsif Islam untuk kesehatan jiwa. Pertama, melalui pendekatan training bercorak psiko-edukasi, yaitu sadar akan keunggulan dan kelemahan, sehingga terus-menerus melakukan evaluasi diri untuk mampu mengaktualisasikan potensi-potensi dirinya, yakni mampu mengembangkan fitrahnya. Kedua, berusaha untuk selalu mampu menyesuaikan dirinya, berusaha untuk menentukan arti dan tujuan hidup (hanya semata-mata untuk beribadah dan memperoleh ridho-Nya). Ketiga, pelatihan disiplin (meningkatkan kualitas pribadi) yang berorientasi Spiritual Religius, misalnya dengan dzikir, puasa, salat dan ritual-ritual keagamaan lainnya.




[1] Mukhtar GZ., Materi Kuliah Psikologi Agama II. Jurusan PA, Fakultas Ushuluddin, UIN SGD.
[1] Hanna Djumhana Bastaman, Integrasi Psikologi dengan islam menuju Psikologi Islami, Pustaka Pelajar, 1997, cet ke-2, hlm.131.

0 komentar:

Poskan Komentar