Minggu, 16 Juni 2013

Metode Penelitian Psikologi Sosial

Posted by Tasawuf Psikoterapi On 17.00 14 comments


Metode Penelitian Psikologi Sosial
Oleh: Muhtar Gojali
            Metode adalah prosedur sistematis yang tercakup dalam upaya menyelidiki fakta dan konsep (JP. Chaplin, h.301). konsep adalah satu ide umum/pengertian umum, biasanya disusun dalam satu kata, simbol/tanda (JP. Chaplin, h. 102). Jadi “konsep” adalah rancangan/abstraksi yang dibentuk dengan mengeneralisasikan hal-hal yang khusus (Jalaluddin Rakhmat”metode Penelitian Komunilasi).
        Metode Penelitian Psikologi sosial pada dasarnya tidak berbeda dengan Psikologi Umum. Inti dari penelitian Psikologi sosial adalah menggali faktor-faktor psikologik (motivasi, sikap, pandangan, minat, kepribadian, dsb) yang mendominasi prilaku sosial, sehingga perilaku itu bisa diteliti, diamati dan dipelajari dan akhirnya menghasilkan sebuah teori yang bisa dimanfaatkan sebagai applied science.
 Metode Pengumpulan Data dan Analisis
      Bonner (1953), menurutnya ada tiga metode yang digunakan dalam
penelitian sikologi Sosial:
1.   Teknik investigasi umum.
      Teknik Sejarah kasus. Dilakukan dengan cara otobiografi, surat-surat, buku harian, angket, kuesioner, catatan pelayanan sosial, catatan rumah sakit jiwa, catatan sekolah dsb. Kelemahan dari teknik ini, adalah kurang cermatnya informasi yang di dapat, karena gangguan daya ingat informan atau waktu yang terlalu lama, atau menyembunyikan, membesar-besarkan fakta yang sebenarnya.
      Teknik Statistik. Mengolah data-data dengan cara matematik, yaitu menghitung     misalnya semua data: Pandangan, latarbelakang kehidupan, pikiran, perasaan dsb. Data-data hasil olah statistik harus mampu diterjemahkan kembali menjadi analisis kualitatif. Menurut Sarlito Wirawan teknik statistik ini memilili keuntungan, yaitu hasilnya  berlaku umum yang dapat digeneralisasikan kepada populasi yang besar. Kerugiannya tidak memperhatikan kekhasan individual.
      Metode diagnostik. Sifatnya sangat individu. Tujuannya untuk memeriksa kepribadian individu, seperti teknik wawancara psikoanalitik (wawancara mendalam untuk mengetahui kondisi alam bawah sadar. Psikotes juga termasuk metode diagnostik, yaitu serangkaian tes untuk mengukur kemampuan kecerdasan (IQ) atau kreativitas (CQ+ creativity quotien).
2.  Teknik proyeksi, subjek diminta untuk memproyeksikan kepribadiannya pada alat tes yang sudah disediakan.
3.    Pengukuran sikap. Metode ini banyak digunakan dalam penelitian psikologi sosial. Pada awalnya teknik ini dilakukan dengan daftar pertanyaan  biasa (quesioner), pada tahun 1957 Likert dan Trustone (1929) mengembangkan teknik “Skala Sikap”  alat ukur ini mampu mengukur sikap secara lebih akurat dan kuantitatif, yaitu skala yang terdiri atas 5-7 pilihan jawaban mulai dari “sangat setuju”sampai “sangat tidak setuju” berisi sejumlah pertanyaan dari kisi-kisi variabel pengukuran. Pertanyaan ituu untuk mengukur aspek kognitif, aspek afektif dan kecenderungan perilaku (aspek konatif).
 Rancangan Penelitian
Ada tiga macam rancangan penelitian dalam psikologi sosial
1. Rancangan Eksperimental
2. Rancangan korelasional
3. Replikasi dan metode berganda
Baron &Byrne, 1994, dalam buku Sarlito Wirawan,Psikologi Sosial, Balai Pustaka, Jakarta, 2002, h. 27


DOWNLOAD KLIK DISINI

14 komentar:

Assalamu'alaikum..
Saya Siti Nur Aisah Pratiwi dari Jurusan Administrasi Negara..
saya ingin menjelaskan sedikit tentang tiga macam rancangan penelitian di atas berdasarkan pemahaman saya...
1. Rancangan Eksperimental
yaitu adanya sebab dan akibat.Misalnya tentang kepribadian seseorang. jadi mengapa seseorang
itu mempunyai karakter pribadi pemarah, lemah lembut, sopan, baik, jahat itu bisa di teliti
penyebabnya seperti karena ada faktor didikan dari keluarga yang menyimpang, atau dari
lingkungan yang salah.
2. Rancangan Korelasional
yaitu pengumpulan data untuk melihat apakah ada hubungan antara dua variabel. Misalnya adakah
hubungan pembentukan sikap seseorang dengan faktor yang mempengaruhi dari pendidikan
keluarga, lingkungan maupun sekolahnya.
3. Replikasi dan metode berganda
yaitu dengan mengulangi keseluruhan percobaan, yang akan bisa membantu mengidentifikasi
sumber dari variasi tersebut.
Terimakasih...Wass :)

assalamualaikum Wr.Wb.
Saya Resa Romahida dari jurusan Administrasi Negara semester 2 kelas B.
dari penjelasan yang d berikan oleh siti mengenai 3 macam rancangan penelitian di atas, di sini saya akan memaparkan perbedaan dua jenis riset di atas yakni :
Dalam eksperimen peneliti dapatmelakukan intervensi dalam menciptakansetting dan memanipulasi atau merubahbeberapa bagian dari situasi untukmenentukan pengaruh atau efek darimanipulasi tersebut.
Dalam Riset korelasional peneliti tidak ikutcampur tangan dan tidak memanipulasisetting, faktor-faktor yang diteliti dibiarkanbervariasi secara alami, sehingga relasikausal tidak dapat ditentukan.
terimakasih, wassalam.

Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya Riesta Amelia. F dari jurusan Administrasi Negara semester 2 kelas B.
Saya ingin memberi tanggapan atas pembahasan materi diatas, bahwa dalam penelitian psikologi social, peneliti perlu memperhatikan sampai dimana tingkatan analisisnya. Tentunya, hal in biasanya terkait dengan isu-isu yang terkajakan. Menuruh Vaughan dan Hoog (2002), dalam psikologi social setidaknya dikenal 4 tingkatan analisis, yaitu :
1.Intrapersonal
2.Interpersonal dan Situasional
3.Posisional
4.Ideologis
Wassalam.. :)

Assalamualaikum wr. Wb.
Saya Rinah Rizqianah Mukhozan, jurusan Administrasi Negara/2/B.
Saya akan menambahkan mengenai metode penelitian psikologi sosial. Dalam buku Psikoloogi Sosial (DR. W.A. Gerungan, Dipl. Psych) dipaparkan bahwa metode penelitian psikologi sosial ada 4, yaitu:
1. Metode Eksperimen, yaitu metode melakukan percobaan dan mengamati terhadap objek penelitian.
2. Metode Survei, yaitu metode mengumpulkan keterangan mengenai kelompok yang akan diteliti dengan mnenggunakan wawancara, observasi dan angket.
3. Metode Diagnostik-Psikis, yaitu metode mengumpukan keterangan empiris yang dapat menggambarkan segi-segi psikologi dengan mendalam untuk memperoleh keterangan mengenai pendapat-pendapat orang.
4. Metode Sosiometri, yaitu suatu metode pengumpulan serta analisis data mengenai pilihan komunikasi dan pola interaksi antar individu dan kelompok.
Namun, pada dasarnya metode-metode tersebut hampir sama dengan metode menurut Bonner.
Terima kasih, wassalamualaikum wr. Wb.

Saya Wina Nurpadillah jurusan Administrasi Negara kelas B semester 2, artikelnya bagus pak tapi ada sedikit kejanggalan dalam pikiran saya, saya masih belum mengerti teknik yang menurut bonner.
Di artikel itu di sebutkan ada 3 teknik yang dapat di gunakan dalam penelitian sikologik social di antaranya ada salah satu yaitu teknik investasi umum, di dalam teknik investasi umum itu di sebutkan ada teknik sejarah kasus, teknik sejarah kasus itu di lakukan dengan cara otobiografi,buku harian, angket, catatan pelayanan social dsb. Tetapi di sana di sebutkan bahwa ada kelemahannya dalam teknis sejarah kasus itu yaitu kurang cermatnya infomasi yang di dapat karena gangguan daya ingat informan atau waktu yang terlalu lama, atau menyembunyikan, membesar-besarkan waktu yang sebenarnya.
Kalau kelemahannya demikian berarti teknik sejarah kasus itu masih banyak kekuranngannya dan kebenarannya pun masih belum terbukti.
Itu bagaimana pak apa dari ke 3 teknik yang ada di dalam investasi umum, hanya teknik sejarah kasus saja yang ada kelemahannya atau dari masing-masing teknik juga ada kelemahannya?
Dan teknik apa yang paling bagus untuk melakukan sebuah penelitian sikologik social?

Terimakasih

Assalamualaikum wr wb
Saya Vidya Firstiyanti U jurusan AN smt 2
Saya ingin memberi tanggapan atas artikel ini, artikel ini bagus dan saya juga setuju.
Dan disini saya ingin menambahkan sedikit bahwa ada metode psikologi sosial lain menurut Prof. Dr. Bimo Walgito dalam bukunya "Psikologi Sosial (Suatu Pengantar)" ada metode psikologi sosial yaitu Sosiometri.Sosiometri ini merupakan cara mengukur derajat hubungan seseorang dengan orang lain.Jadi dengan sosiometri orang dapat melihat bagaimana hubungan sosial atau hubungan berteman dalam kelompok dan juga bagaimana struktur hubungan dalam kelompok yg bersangkutan.Metode ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi kepemimpinan informal, derajat sosial, dan jndividu yg terisolasi danpenting dalam mendapatkan data untuk mengetahui hubungan atau kontak sosial individu dalam kelompoknya.
Terima Kasih

assalaamualaikum..

jika setiap bidang ilmu pengetahuan memiliki spesifikasi kajian keilmuan yang membedakan suatu kajian ilmu dengan ilmu yang lainnya. maka lahirnya ilmu tersebut berasal dari pengetahuan yang terus digali secara logis dan empiris sehingga dapat dikaji melalui metode ilmiah berdasarkan hasil observasi.

assalamualaikum wr.wb
Saya Sayida Ayu Sofia jurusan Administrasi Negara smt 2.
Saya ingin memberi tanggapan dan tambahan artikel bapak yang di atas,
menurut saya artikel ini cukup bagus ,
Dengan menggunakan metode eksperimen, survey, dan observasi itu merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data paling efektif untuk melakukan penelitian, tetapi disisi lain metode ini mempunyai kelemahan yaitu:
- Tidak semua gejala kejiwaan dapat diteliti secara eksperimen
- Tebatasnya tempat dan situasi untuk diobservasi.
terima kasih.
wassalamualaikum wr.wb

Assalammualaikum wr.wb
saya ingin memberikan komentar dari "Metode Pengumpulan Data dan Analisis" sebagai tugas Matakuliah Fsikologi Sosial.

Menurut saya, pengumpulan data merupakan salah satu hal yang harus dilakukan guna mencapai tujuan. Ada 3 metode pengumpulan data, yaitu melalui tahapan sbb :
1. Wawancara
-Merupakan sebuah pertukaran informasi antara pewawancara dengan yang diwawancarai
-Perlu ada perencanaan dan tujuan khusus.
-Terdiri dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan
2. Observasi
Menurut saya tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut. salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi.
3. Kuisioner
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.

Sedemikian Trimakasih
wassalam Wr.wb

Assalamu’alaikum.. Saya Rima Sri Marlina jurusan Administrasi Negara Smester 2
Saya setuju dengan materi bapa yang diatas tapi saya ingin menambahkan tentang Metode-metode utama dalam penelitian psikologi sosial,yaitu:
1. Penelitian eksperimental
Yaitu studi yang dimanipulasi untuk menguji hipotesis kausal
2. Penelitian eksperimental kuasi
Penelitian yang mencakup perubahan natural dalam tingkah laku yang sedang berlangsung
3. Penenlitian lapangan
Adanya obsevasi terhadap orang dalam jumlah terbatas
4. Penelitian kearsipan
Studi yang menganalisis informasi atau catatan yang tidak dihasilkan khusus untuk penelitian itu sendiri
5. Penelitian simulasi
Usaha untuk meniru beberapa aspek penting dalam situasi dunia nyata
6. Metode survei
Terdapat metode wawncara dan metode koesioner
7. Metode obsevasi
Pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berlangsung
8. Metode wawancara
Pertemuan tatap muka dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu

Assalamualaikum..
Saya Rita Rahayu kelas AN / II / B
Sepenuhnya saya setuju dengan artikel tersebut, disini saya akan menanggapi dan menambahkan sedikit tentang metodologi penelitian psikologi sosial yang sudah dijelaskan diatas.
psikologi sosial adalah pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia, dari situ kita tahu bahwa subjek dari penelitian psikologi sosial itu sendiri itu adalah manusia dan objeknya sendiri adalah perilaku manusia tersebut. oleh karena itu agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengikhtisaran data dan menghindari terjadinya hal yang merugikan bagi individu yg menjadi partisipan penelitian, maka peniliti harus mengetahui dan menerapkan etika metodologi psikologi sosial yang terdiri dari:
1. Intitusional review board: sebuah komitmen prosedural yang tidak akan menyebabkan cacat yang tidak diinginkan oleh partisipan.
2. informed consent: partisipan memiliki peluang untuk mengikuti sebuah studi atau membatalkan sebuah partisipasi dalam suatu studi.
3. Debriefing : memberikan informasi yang komplit tentang desain studi, tujuan dan hasil yang diharapkan yang disampaikan kepada partisipan setelah sesi itu terpenuhi.

assalamualaikum...
nama:Riyanul hakim kelas AN II B
menurut pendapat saya berkenaan dengan materi penelitian pisikologi sosial bahwa sanya metode penelitian investigasi umum yang meliputi teknik sejarah otobiografi sejarah, teknik statistik dan metode diagnosis. jika semua metode tersebut di lakukan dengan seksaama akan saling melengkapi antara metode satu dengan yang lain nya.
sehingga poin ke 2 dan 3 yaitu teknik proyeksi dan pengukuran sikap sebenarnya telah terdapat di metode investigasi umum. maka teknik proyeksi dan pengukuransikap sebagai perinci dari teknik investigasi umum.

terimakasih

terima kasih atas berbagai tanggapan pembaca, pada intinya metode penelitan ilmiah memiliki kesamaan dan bisa diterapkan keberbagai disiplin ilmu, hanya saja rancangan yang sering di gunakan dalam penelitian Psikologi Sosial adalah rancangan korelasional atau eksperimen dengan menggunakan tehnik uji statistik (skala sikap), dan ada juga menggunakan investigasi sejarah (autobioghrafi), dll.

Terima kasih atas tanggapannya, pada dasarnya apa yang diungkapkan oleh teman-teman semuanya benar dan saling melengkapi. Tapi memang rangcangan penelitian dalam psikologi sosial lebih banyak menggunakan rancangan eksperimental dan korelasional, disamping metode yang lainnya....

Poskan Komentar