Senin, 29 April 2013

Pendekatan-pendekatan Terhadap Psikologi: Grand-theories (Teori Utama)

Posted by Tasawuf Psikoterapi On 20.11 No comments

Pendekatan-pendekatan terhadap Psikologi
Grand-theories (teori utama)
A.Psikoanalisis (Sigmund Freud: 1856-1939)
Perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga sub-sistem keperibadian manusia : Id, Ego & Superego. Id bagian keperibadian yang meyimpan dorongan biologis manusia ;instink (hawa nafsu). Instink libido (instink reproduktif) yang menyediakan energi untuk kegiatan manusia yang konstruktif, disebut juga Eros (instink kehidupan); (2) instink Thanatos (destruktif & agresif). Semua motif manusia adalah gabungan dari instink eros & thanatos. Ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas dunia luar. Ego mediator hasrat=hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realitas. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional. Bergerak berdasar prinsif realitas (reality principle). Unsur moral dalam pertimbangan terakhir disebut Freud  Superego, ia adalah polisi keperibadian mewakili yang ideal, ia adalah hati nurani (conscience) merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural.
B. Behaviorisme  (Ivan Pavlov, J.B. Watson; Edward Thondike, B.F. Skinner, Albert Bandura)
Perilaku ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya. Pendekatan belajar 
populer di th 1920 yang  merupakan dasar Behaviorisme
Ada Empat Mekanisme dalam Belajar sebagai asas perubahan perilaku:
a. Classical conditioning /asosiasi (Ivan Pavlov)
b. Law of effect (hukum akibat) (Edward Thondike), perilaku yang memuaskan 
    akan cenderung diulangi
c. Operant conditioning (pembiasaan operan) B.F. Skinner, teori peneguhan (reinforcement)
d. Modelling (Albert Bandura): imitation & identification, teori ini disebut Social 
    Learning Theory.
C. Psikologi Kognitif
Mengembalikan lagi kepada jiwa manusa (mind) yang menjadi
alat pengetahuan.Manusia adalah organisasi aktif tidak pasif seperti  yang diungkapkan
behaviorisme, manusialah yang menentukan makna stimuli, bukan stimuli itu sendiri 
yang menentukan makna. 
Manusia sebagai pengolah informasi. Perilaku manusia di pandang sebagai produk  
strategi pengolahan informasi yang rasional, yang mengarahkan  
penyandian, penyimpanan, dan pemanggilan informasi. Melalui sensasi persepsi  
dan berpikir.
Beberapa Teori Psikologi Kognitif
1. Attribution theory  (Harold Kelley) bagaimana kita menginterpretasikan kausalitas.
2. Cognitive dissonance (ketidakcocokan diantara dua pengetahuan), dalam keadaan disonan orang berusaha mengurangi disonansi dengan berbagai cara. Disonansi membuat orang resah. Kognisi saya  tahu saya senang merokok”, disonan dengan : saya tahu rokok merusak kesehatan”. Dihadapkan pada situasi disonan seperti itu, maka saya mengubah perilaku, berhenti merokok atau merokok sedikit saja, atau mengubah kognisi tentang lingkungan, misalnya dengan mengatakan perokok beratlah yang berbahaya.
Penekanan teori kognitif pada interpretasi dan persepsi mengenai kondisi 
sekarang bukan masa lalu seperti behaviorisme.
Psikologi kognitif telah memasukan kembalijiwamanusia yang sudah dicbut oleh behaviorisme, manusia kini hidup dan mulai berpikir, tetapi manusia buka hanya makhluk yang berpikir, ia juga berusaha menemuan identitas dirinya dan mencapai apa yang didambakannya, sampai disini psikologi kognitif harus memberikan tempat kepada psikologi humanistik.
D.   Psikologi Humanistik
Tokoh-tokohnya : Abraham Maslow, Victor Frankl, Antony Sutich, menurut humanistik perilaku manusia selalu baik, berbeda denga pendekatan psikoanalisis yang menganggap manusia  berperilaku buruk kejam, karena lebih banyak dikendalikan oleh pusat instink thanatos, atau menurut behavioristik yang menganggap bahwa perilaku manusia bersifat netral, tapi psikologi humanistik berpendapatbahwa pada diri manusia memiliki potensi kebaikan, seperti: rasa kasih sayang (afektif), rasa tanggungjawab, aktualisasi diri, kecerdasan , jadi aliran ini lebih fokus kepada kualitas-kualitas insani.
E.   Psikologi Transpersonal 
Tokoh-tokohnya adalah perintis dari aliran humanisme, yaitu
Abraham Maslow,Antony Sutich, Charles Tart.
Psikologi ini mengkaji tentang kesadaran transendent, dimensi spiritual,  
menurutnya bahwa pada diri manusia memiliki dua potensi: pertama
potensi tertinggi (hight potentials) dan fenomena kesadaran (the  altered states
of consciousness)

0 komentar:

Poskan Komentar