Kamis, 11 April 2013

Teori-teori Dalam Psikologi Sosial

Posted by Tasawuf Psikoterapi On 18.45 3 comments

I. Grand-theories (teori utama) 
A.  Psikoanalisis
 (Sigmund    Freud     1856-1939)

 B.Behaviorisme  (Ivan Pavlov, J.B. Watson;EdwardThondike,   B.F. Skinner, Albert Bandura
 C.  Psikologi Kognitif  (Plato, Descaartes, Immanuel Kant;  Koffka, Kohler, Abelson, Rosenberg, Festinger, Harold Kelley   (Attribution theory)
D.  Psikologi  humanistik  ( Abraham Maslow, Antony Sutich, Charles Taart, Victor Frankl)
II. Middle-range theories (teori yang lebih spesifik)
Berusaha menerangkan fenomena tertentu dlm jangkauan yang terbatasmisalnya:perubahan sikap, agresi, daya tarik interpersonal, tapi tetap dituntun oleh grand-theories.
Beberapa pendekatan dalam Psikologi Sosial:
A.  Pendekatan Biologis 
     pengaruh biologis terhadap perilaku manusia ditekankan
     oleh   Mc. Dougall, Freud, Lorenz, manusia dilahirkan dengan berbagai  
     karakteristik    biologis yg membedakan dengan hewan dan sesamanya.
1. Naluri, Konrad Lorenz dorongan agresif adalah naluri manusia yang sudah ada semenjakmanusia lahir dan tidak dapat dirubah, hampir sama dengan Freud adanya dorongan bawaan yang mengarahkan manusia berprilaku destruktif (id thanatos), walaupun dorongan bawaan itu bisa diarahkan pada perilaku konstruktif. 
2. Perbedaan genetik kromosom XYY lebih besar kemungkinan menjadi penjahat, kerusakanfisiologis lain seperti kerusakan otak tertentu (hipotalamus) dpt mengakibatkan agresivitas yg tak terkendali pada hewan.
B. Pendekatan Belajar
    Perilaku ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya. Pendekatan belajar populer di th 1920 yg  merupakan dasar Behaviorisme
Ada Empat Mekanisme dalam Belajar sebagai asas perubahan perilaku:

1.   Classical conditioning /asosiasi (Ivan Pavlov)

2. Law of effect (hukum akibat) (Edward Thondike), perilaku yang memuaskan akancenderung diulangi

3. Operant conditioning (pembiasaan operan) B.F. Skinner, teori peneguhan (reinforcement)

4.   Modelling (Albert Bandura): imitation & identification, teori ini disebut Social Learning Theory 
C. Pendekatan Insentif
 Teori-teori Insentif Utama:
1. Rational decision-making theory, teori ini mengemukakan bahwa orang memperhitungkan kerugian dan keuntungan berbagai tindakan berdasarkan rasional. Teori ini dikembangkan lebih khas yaitu: teori expectancy-value (Edward, 1954), teori ini menyatakan bahwa keputusan diambil atas dasar: (a) nilai keuntungan dari akibat keputusan itu, (b) derajat ekspektasi (dugaan) akibat yang akan ditimbulkan oleh setiap keputusan.

2.   Teori Pertukaran. Teori ini menganalisis interaksi interpersonal sebagai rangkaian keputusan rasional yang dibuat orang. Interaksi ini mempertimbangkan untung rugi.

3.   Pemuasan Kebutuhan, teori ini menyatakan bahwa individu memiliki kebutuhan atau motiv spesifik tertentu dan   berperilaku sedemikian rupa utuk memuaskan kebutuhanya.

       Teori ke-1 & ke-2 lebih kepertimbangan rasional & ilmiah, sedangkan pilihan yang ke-3 menggambarkan  karakter inpulsif. Tapi pada umumnya teori insentif menekankan kerugian dan keuntungan yang diperoleh.
D. Pendekatan Kognitif
1.  Attribution theory  (Harold Kelley) bagaimana

    kita   menginterpretasikan kausalitas.

2. Cognitive dissonance (ketidakcocokan diantara

   dua pengetahuan), dalam keadaan disonan orang beruasaha mengurangi disonansi dengan berbagai cara. Disonansi membuat orang resah. Kognisi saya  tahu saya senang merokok”, disonan dengan : saya tahu rokok merusak kesehatan”. Dihadapkan pada situasi disonan seperti itu, maka saya mengubah perilaku, berhenti merokok atau merokok sedikit saja, atau mengubah kognisi tentang lingkungan, misalnya dg mengatakan perokok beratlah yang berbahaya.

   —Penekanan teori kognitif pada interpretaasi dan persepsi mengenai kondisi sekarang bukan masa lalu seperti behaviorisme.


3 komentar:

Silahkan anda pelajari materi kuiah ini, trims

Terimakasih materinya pak. Saat saya kuliah dulu juga mendapatkan materi teori psikologi sosial seperti ini. Kemudian dengan belajar lagi, saya coba memecahnya lagi menjadi per-tokoh. Sehingga jadinya seperti blog saya di sini. Mohon Koreksinya.

Poskan Komentar